BEKASI, 19 MEI 2026 – Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) terus agresif membuka jaringan internasional demi meningkatkan mutu pendidikan tinggi vokasi di tanah air. Langkah ini dibuktikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan salah satu perguruan tinggi ternama asal Negeri Tirai Bambu, Wuhan Polytechnic University (WHPU) China.
Prosesi penandatanganan kesepakatan besar ini berlangsung pada Selasa (19/5/2026) di Kampus Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Eksekutif PELITA Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito, dan Vice President Wuhan Polytechnic University, Prof. Wang, Hongxun. Agenda ini juga turut disaksikan oleh 15 pimpinan Politeknik Swasta yang tergabung dalam keanggotaan jaringan PELITA Indonesia.
Kerja Sama Strategis Pelita Indonesia
Kerja sama yang direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan ini dirancang untuk memperluas cakupan internasionalisasi kampus-kampus vokasi swasta di Indonesia, terutama dalam tiga pilar utama: pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ginanjar, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan WHPU merupakan lompatan besar yang sangat berharga bagi ekosistem politeknik swasta di Indonesia.
“Ini adalah kerja sama yang sangat strategis, mengingat Wuhan Polytechnic University merupakan salah satu kampus ternama di China yang memiliki keunggulan luar biasa di bidang sains, teknologi, dan industri terapan. Kehadiran mereka sebagai mitra internasional akan membawa dampak positif yang besar,” kata Ginanjar usai acara penandatanganan.
Lebih lanjut, Ginanjar menegaskan komitmennya agar kesepakatan ini memberikan dampak riil dan inklusif bagi seluruh anggota PELITA di berbagai daerah. Bukan sekadar menjadi dokumen formal di atas kertas saja.
“Kami sangat berharap agar MoU ini segera ditindaklanjuti secara konkret oleh politeknik-politeknik yang menjadi member Pelita Indonesia. Kita ingin membuka ruang selebar-lebarnya untuk implementasi beragam program. Mulai dari kolaborasi riset (joint research), pertukaran dosen, hingga pertukaran mahasiswa,” jelas Ginanjar.
Melalui payung kemitraan ini, kedua institusi sepakat untuk memfasilitasi program-program internasional bersama (international joint programs) yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan teknologi terapan di Indonesia. Kemitraan ini membuka peluang bagi para dosen politeknik swasta untuk berkolaborasi dengan peneliti China. Serta memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa lokal merasakan atmosfer akademik internasional.

Wuhan Polytechnic University jadi Best Practices bagi MNP
Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) juga akan menerapkan dukungan secara riil terkait kerja sama dengan Wuhan Polytechnic University. Hargyo Tri Nugroho Ignatius selaku Direktur MNP turut menegaskan komitmen atas kesepakatan ini.
“MNP tentu sangat senang dengan adanya kerja sama strategis dengan salah satu Politeknik dengan reputasi terbaik di China. Banyak poin-poin kerja sama yang akan menjadi best practices dan juga diterapkan untuk meningkatkan kualitas politeknik di Indonesia,” ungkapnya.
Kekuatan jaringan PELITA yang menaungi lebih dari 100 politeknik swasta di seluruh wilayah nusantara. Sinergi bersama Wuhan Polytechnic University diharapkan dapat mempercepat peningkatan indeks daya saing global lulusan vokasi Indonesia di mata industri internasional.




