Jalin Kerja Sama MNP dan BRCC Indonesia, Perluas Peluang Internasional Mahasiswa

Category
Release Date
May 26, 2026
Reading Time
3 minutes

Tangerang, BantenMultimedia Nusantara Polytechnic (MNP) terus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui kerja sama strategis dengan BRCC Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 25 Mei 2026 di Kampus MNP, Gading Serpong, Tangerang.

 

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya MNP dalam mewujudkan visinya sebagai World Class Polytechnic. Kolaborasi MNP & BRCC dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pendidikan, internasionalisasi, hingga peningkatan kesiapan kerja mahasiswa di tingkat global. Selain memperluas jejaring internasional, kolaborasi dengan BRCC Indonesia diharapkan bisa menghadirkan program yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat.

 

Kerja sama MNP BRCC 2

Langkah Nyata Menuju World Class Polytechnic

 

Wakil Direktur MNP, Roy Anthonius Susanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperluas wawasan global sivitas akademika.

 

“Diskusi kita dan penandatanganan MoU hari ini adalah tindak lanjut dari pengejawantahan visi MNP menjadi World Class Polytechnic. Seperti kata pepatah, belajarlah sampai ke negeri China. Salah satu wawasan kelas dunia adalah China,” ujar Roy.

 

Menurutnya, penguasaan bahasa menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami budaya, sistem pendidikan, dan dunia kerja internasional.

 

“Bagaimana kita belajar ke China adalah dengan belajar bahasa. Ini adalah titik tolak untuk kita belajar bekerja sama dengan baik agar dampaknya juga lebih baik kepada mahasiswa maupun masyarakat secara umum,” tambahnya.

 

Kerja sama MNP BRCC 3

 

Kerja Sama MNP BRCC Lebih Banyak Peluang Implementasi Kerja Sama

 

Direktur MNP, Hargyo Tri Nugroho Ignatius, menegaskan bahwa internasionalisasi tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi harus diwujudkan melalui program-program yang dapat diimplementasikan secara nyata.

 

“Kami sudah ada kerja sama dengan beberapa kampus internasional. Namun, internasionalisasi bisa diwujudkan dengan memperbesar possibility untuk mengimplementasikan kerja sama kita,” jelas Hargyo.

 

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah program pelatihan dan penempatan kerja (training and placement). Hal ini akan sangat mendukung peningkatan employability mahasiswa dan lulusan.

 

“Jika kita bisa mengaktivasi dan menjalankan program kerja sama yang tepat, tentunya akan memberikan benefit bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga publik. Potensi-potensi kerja samanya sangat luas melalui terbukanya kerja sama MNP dengan BRCC,” katanya.

 

Kerja sama MNP BRCC 4

 

Akses ke Jaringan Global di 36 Negara

 

Sementara itu, Co-Founder & General Manager BRCC Indonesia, Mario Lasut, menjelaskan bahwa BRCC memiliki jaringan internasional yang luas dengan kantor pusat di Guangzhou, Tiongkok.

 

“Kami berkantor pusat di Guangzhou. Anggotanya ada 36 negara yang tersebar di Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Ketika MNP sudah bekerja sama dengan BRCC, artinya juga sekaligus bekerja sama dengan 35 negara lain,” ungkap Mario.

 

Ia menambahkan bahwa BRCC secara rutin menerima kunjungan perguruan tinggi dari Tiongkok dan siap menjembatani berbagai peluang kolaborasi dengan MNP.

 

“Setiap bulan pasti ada kampus dari China yang berkunjung ke Indonesia. BRCC akan dengan senang hati menghubungkannya dengan MNP, termasuk menjalankan aktivitas-aktivitas kerja samanya,” ujarnya.

 

Hargyo Mario

 

Kerja sama MNP BRCC Dukung Employability dan Kompetensi Global

 

Menurut Mario, kerja sama ini juga berpotensi meningkatkan daya saing lulusan melalui penguasaan bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

“Jika bisa berbahasa Mandarin, mahasiswa maupun lulusan dapat bekerja di perusahaan yang investornya berasal dari China. Salah satu contohnya adalah BYD yang membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia yang terampil berbahasa Mandarin, terutama Mandarin for Career,” jelasnya.

 

Ia menilai model pendidikan vokasi yang diterapkan di Tiongkok juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan politeknik di Indonesia.

 

Melalui kerja sama ini, MNP dan BRCC Indonesia berkomitmen menghadirkan berbagai program kolaboratif yang mendukung pengembangan kompetensi global. Juga dapat emperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.

 

Dengan semakin terbukanya akses terhadap jejaring internasional dan peluang karier global, MNP terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.