Wakil Direktur Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP), Roy Anthonius Susanto, mengikuti National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026. Program ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi di tengah perubahan teknologi dan karakter generasi mahasiswa.

NMT LEAP 2026 merupakan program Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning for Transformational Change. Program ini diselenggarakan Universitas Kristen Petra bersama Universitas Surabaya dengan dukungan Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD).
Program tersebut mempertemukan 25 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Tahap pertama berlangsung di Surabaya pada Maret–April 2026. Tahap kedua kemudian berlangsung di Solo pada 10–13 Agustus 2026.

Memperkuat Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Era AI
NMT LEAP 2026 membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan perguruan tinggi. Materinya mencakup kepemimpinan adaptif, kolaborasi, keberlanjutan institusi, manajemen konflik, hingga pemanfaatan AI.
Pada tahap kedua, peserta juga diarahkan untuk menerjemahkan Project Action Plan menjadi langkah nyata. Sesi peer consulting memberi ruang bagi para pimpinan untuk bertukar pengalaman dan membahas tantangan institusi masing-masing.
Salah satu pembelajaran yang menarik datang dari sesi kepemimpinan bersama KGPAA Mangkunegara X. Peserta diajak melihat bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan berdampingan.
Perspektif tersebut relevan bagi perguruan tinggi yang sedang menghadapi perkembangan AI dan perubahan karakter generasi mahasiswa. Institusi perlu beradaptasi tanpa kehilangan nilai, budaya, dan identitas yang menjadi fondasinya.

Dari Kepemimpinan Menuju Ekosistem Talenta MNP
Bagi MNP, pengalaman mengikuti NMT LEAP 2026 tidak berhenti pada penguatan kapasitas pimpinan. Pembelajaran tersebut juga menjadi refleksi untuk memperkuat ekosistem pengembangan talenta di lingkungan kampus.
Roy Anthonius Susanto yang juga menjadi Best 1 People’s Choice Poster Award menilai pengembangan mahasiswa perlu dilakukan secara terintegrasi. Prosesnya dimulai dari mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, hingga membuka akses menuju dunia profesional.

“Pengalaman DAAD NMT LEAP memperkuat komitmen MNP untuk membangun ekosistem talenta yang terintegrasi. Ekosistem ini membantu mahasiswa mengenali potensinya, mengembangkannya secara terarah, dan mempersiapkan diri untuk terhubung dengan dunia profesional,” ujar Roy.
Menurut Roy, perguruan tinggi perlu menciptakan ruang yang memungkinkan mahasiswa memahami kekuatan dirinya. Proses tersebut kemudian perlu dilanjutkan melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Talenta tidak cukup hanya ditemukan. Talenta perlu dikembangkan melalui pengalaman, kolaborasi, dan kesempatan untuk menerapkan kompetensi dalam situasi nyata,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan antara pengembangan kompetensi dan kebutuhan dunia profesional.
“Kami ingin mahasiswa MNP tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknis. Mereka juga perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi, berkolaborasi, serta memberikan kontribusi ketika memasuki dunia profesional,” jelas Roy.

Mendorong Talenta yang Adaptif dan Profesional
Pengalaman NMT LEAP 2026 memperkuat arah MNP dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan perubahan zaman. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi MNP sebagai World Class Polytechnic yang membangun talenta unggul dan profesional di bidang berbasis teknologi kreatif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembelajaran yang dekat dengan industri, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta berbagai ruang kolaborasi dan pengalaman profesional.
Melalui penguatan ekosistem talenta, MNP terus mendorong mahasiswa untuk Create, Collaborate, and Elevate. Dengan demikian, pengalaman belajar di kampus dapat menjadi fondasi untuk bertumbuh dan menghadapi dunia profesional secara lebih siap.





