Bagaimana perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa agar siap bekerja di industri? Pertanyaan tersebut menjadi fokus Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah III untuk program magang mahasiswa di industri.
Forum ini membahas penguatan program magang mahasiswa di industri melalui kerja sama Industry Advisory Board (IAB) yang dibentuk oleh LLDikti Wilayah III. Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) turut berpartisipasi dalam diskusi tersebut, menjadi satu-satunya politeknik yang diundang. Partisipasi MNP pada FGD ini menunjukkan komitmen memperkuat kolaborasi kampus dan industri.
FGD yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026 ini mempertemukan perguruan tinggi , asosiasi industri, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi yang hadir antara lain Universitas Bina Nusantara, Universitas Gunadarma, Universitas Sampoerna, Universitas Media Nusantara Citra, serta MNP. Selain LLDikti dan unsur dari perguruan tinggi, turut hadir pula perwakilan dari APINDO, GNIK, dan IAB. Tujuannya adalah menyelaraskan pembelajaran kampus dengan kebutuhan dunia kerja.

Pilot Project Program Magang Mahasiswa
Sesi diawali dengan studi kasus yang dibawakan oleh beberapa perguruan tinggi, termasuk MNP. Mulai dari presentasi rancangan pilot project program magang mahasiswa, hingga pembahasan durasi magang.
Pada setiap program magang, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sektor industri strategis. Sektor tersebut meliputi manufaktur, logistik, keuangan, teknologi, dan startup.
Mahasiswa akan terlibat dalam proyek inovasi, analisis bisnis, dan dukungan operasional perusahaan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa.
Kolaborasi Kampus dan Industri
Program magang ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi berperan sebagai penghubung antara mahasiswa dan industri.
LLDIKTI Wilayah III bertugas melakukan monitoring dan penyelarasan kebijakan program. Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menyediakan jaringan perusahaan mitra.
Kolaborasi ini memperkuat hubungan antara kampus dan dunia industri. Pendekatan tersebut membantu memastikan program magang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Menyesuaikan Program Magang dengan Kebutuhan Industri
Industri sudah tentu membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Namun permasalahannya adalah bagimana kampus menyesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Pada sudut pandang lainnya, perguruan tinggi perlu lebih adaptif terhadap kebutuhan tersebut. Pengukuran perkembangan kompetensi mahasiswa juga menjadi perhatian penting. Pendekatan ini memastikan pengalaman magang memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
Forum ini juga membahas potensi kolaborasi dengan perusahaan anggota APINDO. Terdapat lebih dari 300 perusahaan APINDO di wilayah Jabodetabek, di mana setiap perusahaan tersebut berpotensi menjadi mitra program magang mahasiswa.
APINDO menyatakan akan melakukan koordinasi internal untuk memetakan kebutuhan industri. LLDIKTI Wilayah III akan melakukan kurasi perguruan tinggi peserta program. Diskusi teknis lanjutan direncanakan akan dilakukan pada April 2026, sehingga program kerja sama diharapkan bisa dimulai dilaksanakan pada periode magang paruh kedua 2026.
Frequently Asked Question (FAQ)
Apa itu program magang mahasiswa di industri?
Program magang mahasiswa memberikan pengalaman kerja langsung di perusahaan selama masa studi.
Mengapa program magang penting bagi mahasiswa?
Magang membantu mahasiswa memahami dunia kerja dan mengembangkan kompetensi profesional.
Siapa saja yang terlibat dalam program magang industri?
Program ini melibatkan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi industri, dan lembaga pendidikan tinggi.
Apa manfaat kerja sama kampus dan industri?
Kerja sama ini membantu menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Apa itu APINDO?
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merupakan representasi dunia usaha Indonesia, yang dibentuk pada 31 Januari 1952. Di bawah kepimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) yang berada di Jakarta. Serta Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) di 34 provinsi dan 350 Dewan Pimpinan di Kota/Kabupaten.
Apa itu GNIK?
GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) merupakan evolusi dari PPIK. Menjaga garis besar tata nilai dan programnya namun dengan jangkauan, orkestrasi, dan dampak yang lebih luas.
Apa itu LLDikti Wilayah III?
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III merupakan satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berperan strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. LLDikti Wilayah III bertugas untuk melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Siapa Saja Peserta FGD?
LLDikti Wilayah III:
- Henri Tambunan (Kepala LLDikti Wilayah III);
- Tri Munanto (Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III);
- Mulhadi. HM (Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan);
- Staff Kelembagaan dan Kemitraan.
Industri:
- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO);
- Ketua Umum Gerakan Nasional Idonesia Kompeten (GNIK);
Perguruan Tinggi :
- Universitas Bina Nusantara;
- Universitas Gunadarma;
- Politeknik Multimedia Nusantara (MNP)
- Universitas Sampoerna;
- Universitas Media Nusantara Citra;
.




