Apa yang Bisa Dilakukan Gen Z untuk Membantu Menyejahterakan Keluarga?

Category
Release Date
October 17, 2022
Reading Time
3 minutes

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, penduduk Indonesia tercatat berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Dari angka tersebut, Generasi Z (Gen Z) merupakan rentang usia yang paling banyak dengan total 27,4%. Lalu, siapa dan seperti apa Gen Z?

Yuk, Kenalan dengan Gen Z

Berikut, berbagai keunikan dari mereka yang kamu harus tahu.

Gen Z dan Karakteristiknya

BPS mengategorisasikan rentang usia penduduk Indonesia berdasarkan generasi, yakni:

  • Pre-Boomer, lahir sebelum tahun 1945 yang perkiraan usia sekarang lebih dari 76 tahun dengan komposisi 1,87% dari jumlah penduduk.
  • Baby Boomer, lahir tahun 1946-1964 yang perkiraan usia sekarang 58-76 tahun dengan komposisi 11,56% dari jumlah penduduk.
  • Gen X, lahir tahun 1965-1980 yang perkiraan usia sekarang 42-57 tahun dengan komposisi 21,88% dari jumlah penduduk.
  • Gen Y atau Millenial, lahir tahun 1981-1996 yang perkiraan usia sekarang 26-41 tahun dengan komposisi 25,87% dari jumlah penduduk.
  • Gen Z, lahir tahun 1997-2012 yang perkiraan usia sekarang 10-25 tahun dengan komposisi 27,94% dari jumlah penduduk.
  • Post Gen Z atau Gen Alpha, lahir setelah tahun 2013. Diperkirakan usianya sekarang sampai dengan 9 tahun dan komposisinya 10,88% dari jumlah penduduk.

Karakteristik Khas Gen Z

Sebagai generasi masa depan Indonesia yang juga akan memenuhi kerja, mereka merupakan generasi yang memiliki karakteristik khas. Dilansir dari laman Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PSKP Kemdikbud) RI, berdasarkan banyak analisis, para ahli menyatakan bahwa Gen Z memiliki sifat dan karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Ryan Jenkins (2017) dalam artikelnya berjudul “Four Reasons Generation Z will be the Most Different Generation” misalnya menyatakan bahwa generasi ini memiliki harapan, preferensi, dan perspektif kerja yang berbeda serta dinilai menantang bagi organisasi. Karakter Gen Z lebih beragam, bersifat global, serta memberikan pengaruh pada budaya dan sikap masyarakat kebanyakan.

Sikap unik tersebut terlihat pada pola pikir Gen Z yang selalu mencoba untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Berdasarkan ‘Nextgen Report Launching’ mengenai Gen Z yang dilakukan oleh UMN Consulting, dari data yang dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa generasi ini di Indonesia menaruh perhatian pada nilai hidup yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan orang, nilai toleransi, dan perlindungan alam.

Perhatian pada nilai-nilai positif dalam riset tersebut masuk ke dalam kategori nilai universalism dan benevolence. Nilai ini berarti Gen Z memiliki perhatian penuh pada kesejahteraan bersama melebihi nilai egois pribadi. Tak heran jika anak muda yang saat ini usianya di bawah 25 tahun atau usia sekolah menengah hingga yang baru lulus kuliah mencoba menghindari untuk menjadi ‘beban keluarga’. Seraya selalu berusaha untuk terus meningkatkan kesejahteraan bukan hanya untuk dirinya tetapi juga keluarganya.

Gen Z dan Dunia Pendidikan

PSKP Kemdikbud RI kemudian memperdalam karakteristik Gen Z ini pada konteks dunia pendidikan. Gen Z lahir dengan salah satu kelebihan mampu memahami dirinya sendiri. Siswa menjadi terbiasa menentukan kebutuhan apa yang mereka butuhkan dan perlu dapatkan.

Pada konteks pendidikan, memberikan kebebasan siswa menentukan cara belajarnya merupakan sebuah kebutuhan. Penting bagi ekosistem pendidikan agar memberikan ruang kepada para siswa untuk menyampaikan gagasan dan penilaiannya tentang proses belajar yang mereka jalani sehari-hari. Hal ini juga termasuk berkesempatan merekonstruksi harapan mereka tentang pendidikan di masa depan. Kenyamanan belajar adalah yang utama bagi Gen Z.

Dalam praktik pembelajaran saat ini, siswa menjadi sangat kompetitif dengan keragaman potensi yang dimilikinya. Ini perlu menjadi catatan penting bagi pendidikan khususnya guru maupun institusi pendidikan tinggi. Diharapkan agar mereka  mampu memfasilitasi karakter terpacu tersebut melalui berbagai media yang mampu mengakomodasi potensi siswa atau mahasiswa yang beragam. Hal ini patut dilakukan tanpa mengarahkan pada upaya untuk memperbandingkan mereka. Siswa dan mahasiswa perlu lebih banyak diapresiasi dan menjadikan praktik tersebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari upaya-upaya reflektif semua pihak dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.

Kualitas Pembelajaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Lalu, apa yang membuat Gen Z bisa mendapatkan kualitas belajar yang baik sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya? Jawabannya adalah pendidikan tinggi yang berkualitas dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Salah satu karakteristik unik yang dimiliki oleh Gen Z yang telah dibahas sebelumnya adalah bagaimana mereka memiliki perhatian penuh pada kesejahteraan bersama melebihi nilai egoisme pribadi. Bentuk peningkatan kesejahteraan yang paling umum adalah kesejahteraan finansial yang bisa mengangkat derajat kehidupan keluarga. Mengenyam pendidikan tinggi di institusi dengan kualitas yang baik dapat mengakselerasi mereka untuk bisa meningkatkan kesejahteraan finansial.

Pemerintah melalui beragam program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). untuk memenuhi kebutuhan industri bermuara pada kebijakan yang mendukung pendidikan vokasi. Hal ini tidak lepas dari bagaimana lulusan institusi pendidikan vokasi diharapkan siap dan memiliki kompetensi keahlian yang mumpuni untuk diserap secara langsung oleh industri. Kemudian, institusi pendidikan seperti apa yang bisa menjadi solusi untuk berbagai harapan dan kebutuhan tersebut?

Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) adalah perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan lulusan dengan gelar Sarjana Terapan. MNP bisa memberikan solusi menyeluruh, baik dari sisi kualitas pendidikan, pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten, maupun peningkatan kesejahteraan. Hal ini bisa terwujud karena dengan berkuliah di MNP, mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran berkualitas tinggi yang sesuai dengan cara belajarnya. Dengan begitu, mahasiswa yang notabene merupakan Gen Z bisa lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran hingga lulus sesuai dengan kompetensi terbaik.

Pada akhirnya, lulusan perguruan tinggi vokasi yang terletak di Gading Serpong, Tangerang ini akan mendapatkan tempat terbaik pula di industri. Sehingga secara finansial mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan bisa meningkatkan kesejahteraan baik dirinya sendiri maupun keluarga.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara belajar di MNP, program beasiswa, hingga pendaftaran dan informasi menarik lainnya mengenai perguruan tinggi vokasi dengan kualitas pembelajaran terbaik, segera kunjungi mnp.ac.id!

Latest News
Promotion