Mau Hidup Bahagia? Pastikan Kamu Kenal dengan Dirimu Sendiri!

Category
Release Date
March 1, 2024
Reading Time
5 minutes

Tahukah kamu, bahwa seiring dengan perubahan-perubahan yang kamu alami dalam hidupmu, sedikit banyak akan memengaruhi kepribadianmu? Bagaimana kamu berpikir, bagaimana kamu merasa, dan bagaimana kedua hal tersebut kemudian memengaruhi bagaimana kamu bersikap, berperilaku, dan bertindak. Apakah kamu pernah terbayang bahwa hal ini sangat memengaruhi bagaimana kamu beradaptasi di lingkungan baru, lingkungan pertemanan, perkuliahan, dan bahkan nantinya ketika kamu bekerja. 

 

Nah, sebelum masuk ke pembahasan, yuk coba renungkan 10 pertanyaan berikut:  

  • “Seberapa sering kamu merasa overthinking dan pada akhirnya gak bisa menemukan solusinya?”
  • “Seberapa sering kamu merasa kehilangan arah dan bingung dalam menentukan sesuatu?”
  • “Seberapa sering kamu merasa: I have no idea what i want to do in life”
  • “Seberapa sering kamu berusaha lebih keras untuk membahagiakan orang lain?”
  • “Apakah kamu nyaman sendirian?”
  • “Seberapa sering kamu merasa minder sehingga merasa harus mendengarkan pendapat orang lain dalam menentukan suatu keputusan?”
  • “Seberapa sering kamu merasa perlu diarahkan oleh orang lain?”
  • “Seberapa sering kamu sulit untuk berkata tidak ketika memang kamu tidak bisa/tidak mau?”
  • “Seberapa sering kamu prokrastinasi?”
  • “Seberapa sering kamu merasa gak mood?”

 

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan secuplik informasi yang menunjukkan seberapa besar seseorang kenal dengan dirinya. Bagaimana hasil jawaban kamu? Masih bingung dan susah menjawab atau mayoritas dari kamu sering mengalami hal-hal yang disebutkan di atas?

 

Jika mayoritas jawaban kamu adalah sering atau sangat sering, berarti artikel ini tepat untuk kamu. Semoga artikel ini dapat membantu menyadarkan kamu tentang pentingnya pengenalan diri dan apa yang bisa kamu lakukan.

 

Baca juga: Kamu Introvert atau ekstrovert? Ini Cara Supaya Bisa Beradaptasi dengan Lingkunganmu

 

 

Siapakah aku?

Pernahkah kita menanyakan ini ke diri sendiri? Atau mungkin ditanyakan oleh orang Iain. Misal saat mau ikut seleksi mahasiswa baru di sebuah Perguruan Tinggi, atau ketika sudah menjadi mahasiswa dan ingin mendaftar menjadi bagian dari suatu kepanitiaan atau organisasi, atau ketika sudah lulus nanti dalam upaya mencari pekerjaan dan mengikuti seleksi karyawan baru, maka pertanyaan mengenai siapa diri kita ini akan sangat lazim ditemui di setiap kegiatan-kegiatan tersebut. 

Pertanyaan “Siapakah aku?” ini adalah pertanyaan inti yang dapat memicu individu untuk menilik ke dalam dirinya, berusaha mencari tahu kualitas dirinya, pemahaman akan tujuan hidupnya ,dan menemukan strategi tepat guna untuk mencapai tujuan tersebut. Semakin dalam seseorang eksplorasi, semakin banyak sumber eksplorasi, maka semakin banyak penemuan diri orang tersebut. “Siapakah aku?” ini merupakan pertanyaan dasar yang kemudian dapat mengarahkan manusia dalam perjalanan menuju penemuan diri (self discovery).

 

 

Self Discovery

Kalau melihat kembali ke 10 pertanyaan di atas, itu menjawab sebagian kecil tentang pengenalan diri (self knowledge). Lalu apa yang menjadi pembeda dengan self discovery ya? Menurut Morin dan Racy, Self knowledge adalah berbagai informasi aktual tentang diri seseorang, yaitu informasi tentang perasaan, karakter, pola perilaku, cara berpikir, keyakinan, nilai-nilai, kebutuhan, tujuan hidup, kesukaan dan ketidaksukaan, identitas sosial, kekuatan dan kelemahan.

Sementara Self discovery adalah suatu upaya atau proses memperoleh pemahaman terhadap diri sendiri seperti pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan diri, bakat dan minat, serta perasaannya. Orang yang kenal diri adalah orang yang terus menerus melatih kesadaran dirinya sehingga dapat memahami aspek-aspek di dalam dirinya. Kenal diri merupakan proses yang perlu dilakukan terus menerus, karena manusia dinamis dan perjalanan hidup pun tidak linear sehingga kesadaran diri (self awareness) perlu terus dilatih dan ditingkatkan.

 

Tiga komponen utama dalam Self Discovery adalah sebagai berikut.

  • Self Awareness

Self awareness adalah suatu kemampuan untuk memahami hal-hal dalam diri sendiri seperti karakter, kepribadian, keyakinan, nilai hidup, kekuatan dan kelemahan, pikiran, emosi, dan perilaku. Sementara self aware adalah suatu keadaan psikologis yang berfokus ke dalam diri individu tersebut. Self awareness adalah suatu kemampuan yang harus terus dilatih agar seseorang semakin kenal dengan dirinya. Cara melatih self awareness adalah dengan melakukan refleksi diri, yaitu merefleksi suatu kejadian yang sudah terjadi, perilaku yang muncul apa saat itu dan bagaimana konsekuensinya, apakah memberikan dampak yang baik atau sebaliknya. Kalau konsekuensi masih belum baik, maka perilaku apa yang perlu diubah, dan sebagainya. Proses latihan refleksi ini akan membantu individu untuk semakin kenal dengan dirinya. 

 

  • Growth Mindset

Dalam upaya mengenal diri dan bertumbuh, seorang individu belajar dari semua pengalaman yang dilaluinya, baik itu pengalaman menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Proses bertumbuh hingga pada akhirnya mendapatkan penemuan diri (self-discovery), biasanya melalui proses yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, setiap individu perlu membangun growth mindset untuk melihat setiap masalah sebagai tantangan yang akan menumbuhkan dirinya atau menaikkan level dirinya. Misalnya, keuar dair zona nyaman, di mana akan banyak hal-hal baru yang bisa dieksplor dan meningkatkan nilai diri, walaupun prosesnya sering kali tidak nyaman.

 

  • Intentional Living

Dalam proses pemahaman diri yang lebih baik lagi, maka individu menjadi tahu tujuan hidupnya. Ia mulai mengambil keputusan dan bertindak yang selaras dengan dirinya. Dengan begitu, ia menjalani hidupnya dengan penuh kesadaran dalam upaya terus bertumbuh dan mewujudkan tujuan hidupnya. 

 

Baca juga: Intip Kehidupan “Social Butterfly”, Si Supel yang Punya Banyak Teman!

 

 

Pentingnya Kenal Diri

  1. Kenal diri = lebih bahagia

      Kenal diri adalah pondasi untuk dapat menjalani hidup dengan optimal dan bahagia.Orang yang kenal diri tahu akan nilai inti dirinya, mengetahui kebutuhan diri, mau memproses emosi, dan dapat mengekspresikan siapa dirinya sehingga dapat membangun kehidupan yang otentik. Dengan begitu, orang lain dapat melihat dirimu sesuai dengan dirimu apa adanya dan kamu pun dapat mengusahakan diri untuk memenuhi kebutuhanmu. Contoh: dalam lingkungan sosial, orang yang kenal diri akan lebih mudah untuk beradaptasi. Misal, kamu dan pacarmu bertengkar karena komunikasi yang kurang efektif. Ketika kamu semakin kenal dirimu, kamu tahu kebutuhanmu, kamu dapat belajar untuk menyampaikan kebutuhanmu tersebut pada pacarmu. 

 

  1. Kenal diri = utuh dan kebal terhadap tekanan sosial

      Orang yang kenal dengan dirinya akan merasa dirinya utuh, karena apa yang ada di dalam dirinya dan yang ia tampilkan (kata-kata, perilaku, dan sikapnya) akan selaras. Keselarasan antara inner self dan perilaku ini dapat dilihat oleh orang lain sebagai bentuk kejujuran dan ketulusan sehingga orang lain pun nyaman untuk menjalin relasi dengan mereka yang kenal diri. Mengenal diri dapat membantu seseorang memahami orang lain (perasaan, intensi, dan keyakinan) yang menjadi modal penting dalam menjalin relasi.

Pemahaman diri yang baik membantu seseorang untuk menjalani hidup sesuai dengan nilai yang dianut, tidak ada konflik dalam diri (inner self conflict), tidak perlu berpura-pura serta berani menampilkan diri yang otentik. Keselarasan antara inner self dan perilaku ini dapat dilihat oleh orang lain sebagai bentuk kejujuran dan ketulusan sehingga orang lain pun nyaman untuk menjalin relasi dengan mereka yang kenal diri. Mengenal diri dapat membantu seseorang memahami orang lain (perasaan, intensi, dan keyakinan) yang penting untuk kemampuan bersosialisasi.

 

  1. Kenal diri = regulasi diri baik dan jernih dalam bertindak

      Orang yang memahami bahwa dirinya memiliki kelemahan dan ketidaksempurnaan dalam dirinya, dapat mengatasinya dengan berfokus pada kekuatan dan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, ia tidak akan larut dalam kesedihan dan kekecewaan karena kelemahan atau kekurangan diri, melainkan meningkatkan kemuan dan tekat dalam mencari cara untuk tetap menghadapi masalah serta berusaha mencari solusi dengan mengandalkan kekuatan dirinya. Misal, kamu menghindari prokrastinasi dan mengerjakan tugas dengan efisien karena memang tugas proyek ini sangat penting bagimu.

 

  1. Kenal diri = memiliki compassion terhadap diri sendiri dan orang lain

Pemahaman diri yang baik membantu orang dapat menerima konsep bahwa penderitaan, kekurangan, kesalahan, atau kegagalan adalah sesuatu yang tidak terlepas dari manusia. Dengan begitu, orang yang kenal dirinya lebih mudah untuk memaafkan diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu, ia juga akan lebih mudah berwelas asih dan ingin membantu orang lain daripada menyalahkan keadaan atau curiga terhadap orang lain.

Pemahaman diri yang baik juga membantu seseorang membangun perilaku proaktif untuk meningkatkan kesejahteraan mental saat dihadapkan pada kejadian tidak menyenangkan seperti konsumsi makanan sehat dan olahraga agar tetap optimal dan dapat berpikir jernih atau membangun batasan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar tidak mudah stres. Hal ini dapat disebut sebagai resilien, yaitu kemampuan seseorang untuk dapat berhasil mengatasi kesulitan selama periode stres.

 

Baca juga: 10 Cara Membangun Hubungan Sehat dengan Orang Lain 

 

Penulis: Laura Ajawaila

Editor: Fakhriy Dinansyah

Latest News
Promotion