Tangerang – Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) menggelar MNP Connect 2026 pada 5 Agustus 2026 di Kampus MNP, Gading Serpong, Tangerang. MNP COnnect merupakan forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri di tengah percepatan transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan ini menghadirkan perusahaan mitra, praktisi industri, dosen, mahasiswa, dan pimpinan MNP. Seluruhnya menyatu dalam ekosistem kolaboratif yang berfokus pada pengembangan talenta, relevansi kurikulum, dan peluang kerja sama berkelanjutan.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang networking, tetapi juga ruang diskusi mengenai kebutuhan kompetensi masa depan. Juga mengurangi kesenjangan antara dunia akademik dan industri, serta strategi menyiapkan lulusan yang tetap relevan di era AI.

Menjawab Tantangan AI dan Perubahan Industri
Dalam sambutannya, Direktur Multimedia Nusantara Polytechnic, Hargyo Tri Nugroho Ignatius, menegaskan bahwa MNP memandang AI sebagai peluang sekaligus tantangan yang harus direspons secara bijak.
“Sesuai dengan isu yang berkembang saat ini soal AI, MNP mencoba mengakomodasi sekaligus mengantisipasi bagaimana AI membantu kita dalam efisiensi pekerjaan. Ada dua sisi AI, selain meningkatkan efektivitas, juga bisa berdampak kurang baik karena menggantikan pekerjaan manusia dan meninggalkan jejak karbon yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama MNP adalah memastikan mahasiswa dan lulusan memiliki kompetensi yang relevan sehingga mampu bekerja, berwirausaha, dan tidak mudah terdistrupsi oleh perkembangan teknologi.
“Kami ingin memastikan mahasiswa dan lulusan kami bisa kompeten, bekerja, atau menjadi entrepreneur. Tidak terdistrupsi oleh AI karena relevansi skill mereka yang tinggi,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa perusahaan kini tidak hanya mencari hard skill, tetapi juga kemampuan adaptasi, problem solving, kolaborasi, dan literasi teknologi.

MNP Hub Bahas Strategi Talenta dan Kolaborasi Industri
Salah satu agenda utama MNP Connect 2026 adalah sesi pemaparan MNP Hub, yang memperkenalkan berbagai inisiatif MNP dalam membangun ekosistem kolaborasi dengan industri. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai pengembangan talent pipeline, project-based learning, professional services, program magang, hingga peluang rekrutmen lulusan.
MNP juga menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang dengan perusahaan, bukan sekadar kerja sama rekrutmen musiman. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan memperoleh akses terhadap talenta yang lebih siap kerja sekaligus memberikan pengalaman industri yang relevan bagi mahasiswa.

FGD Industri Perkuat Relevansi Kurikulum
Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan industri dari berbagai sektor. Diskusi membahas kebutuhan kompetensi terkini, perkembangan teknologi, serta masukan terhadap kurikulum dan pembelajaran berbasis praktik.
Direktur MNP mengapresiasi keterlibatan aktif para mitra industri dalam proses pengembangan pendidikan di MNP.
“Ada gap antara akademis dan industri, jadi kami perlu catch up, salah satunya melalui MNP Connect ini. Akan ada diskusi melalui FGD, kami apresiasi kesediaan Bapak/Ibu yang bersedia berpartisipasi bukan hanya hari ini tetapi juga sebelumnya sejak pembentukan kurikulum,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting agar perguruan tinggi dapat bergerak lebih cepat mengikuti dinamika industri.
“Kami selalu meng-update kurikulum, baik dari ekosistem Kompas Gramedia maupun project-project yang bisa dijadikan praktik pembelajaran mahasiswa. Termasuk program studi di MNP juga selalu meningkatkan relevansi dengan mempererat hubungan dengan industri sebagai strategic partner,” jelas Hargyo.

Student Exhibition dan Peluang Karier Mahasiswa
Selain diskusi strategis, MNP Connect 2026 juga menghadirkan sesi interview langsung bagi mahasiswa. Sesi ini dibuka untuk program magang dan full-time bersama perusahaan mitra. Sehingga menjadi kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan recruiter, mempresentasikan portofolio, dan menjajaki peluang karier sejak masih menempuh pendidikan.
Pendekatan ini mencerminkan model pembelajaran vokasi yang menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja secara lebih konkret dan terukur.

MNP Connect 2026 juga dimeriahkan oleh student exhibition yang menampilkan karya dan proyek mahasiswa dari tiga program studi di MNP. Pameran ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran berbasis proyek, kreativitas, kemampuan teknis, serta solusi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan industri.
Melalui exhibition tersebut, perusahaan dapat melihat secara langsung kompetensi dan potensi mahasiswa. Smentara mahasiswa memperoleh pengalaman mempresentasikan karya kepada audiens profesional.

Membangun Kemitraan yang Lebih Berdampak
Menutup sambutannya, Direktur MNP berharap MNP Connect menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens dan berdampak luas. Tidak hanya demi kepentingan akademik semata, tetapi juga termasuk dalam isu sosial dan lingkungan.
“Harapannya, setelah kita mengikuti rangkaian acara MNP Connect bisa menggali kerja sama lebih intens lagi. Juga concern terhadap isu-isu sosial lingkungan melalui CSR. Menjadi mitra yang lebih baik lagi dan berdampak lebih luas,” tutupnya.
Melalui MNP Connect 2026, Multimedia Nusantara Polytechnic menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia industri. Melalui pembaruan kurikulum secara berkelanjutan, dan menyiapkan lulusan yang adaptif, dan kompeten. Hingga siap menghadapi perubahan dunia kerja di era AI dan transformasi digital.




