Totto-chan: Dampak Perang dari Sudut Pandang Anak-Anak dengan Medium Animasi

Category
Release Date
June 5, 2024
Reading Time
2 minutes

“Totto-chan: The Little Girl at the Window” merupakan sebuah buku yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi. Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya selama Perang Dunia II di Jepang. Buku yang menceritakan tentang Totto-chan ini sangat populer dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Kabar baiknya buku ini juga telah diadaptasi menjadi animasi, lho. Membayangkan dampak perang dari sudut pandang anak-anak melalui medium animasi berdasarkan “Totto-chan” dapat menjadi proyek yang menarik dan bermakna untuk kita ikuti dan simak.

 

Totto-chan dan Medium Animasi

 

Animasi dalam film ini sangat efektif dalam menggambarkan kepolosan dan keingintahuan anak-anak. Dalam kisah “Totto-chan,” banyak kejadian yang dilihat melalui mata Totto-chan, yang sering kali tidak sepenuhnya memahami realitas perang. Misalnya, animasi bisa menunjukkan bagaimana Totto-chan melihat tentara, pengungsi, atau kerusakan akibat bom dengan cara yang polos dan penuh rasa ingin tahu. Perspektif ini jelas berbeda dari orang dewasa yang lebih sadar akan kengerian perang.

 

Totto-chan bersekolah di Tomoe Gakuen, sebuah sekolah yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi dengan metode pengajaran yang sangat berbeda dan progresif. Animasi bisa memperlihatkan betapa uniknya sekolah ini. Seperti kelas di dalam gerbong kereta api, cara belajar yang interaktif, dan lingkungan yang mendukung kreativitas anak-anak meski di tengah situasi perang. Kekontrasan ini bisa terlihat jelas dalam animasi antara dunia sekolah yang aman dan kreatif dengan dunia luar yang penuh bahaya.

 

Perang meninggalkan dampak mendalam bagi psikologi anak-anak. Di mana, medium animasi dapat menunjukkan perubahan emosi dan perilaku Totto-chan dan teman-temannya sebagai akibat dari perang. Seperti rasa takut, kehilangan, dan kebingungan bisa terlihat dengan adanya animasi. Teknik animasi dapat digunakan untuk mengilustrasikan mimpi buruk atau imajinasi anak-anak yang mencerminkan ketakutan mereka terhadap situasi di sekitar mereka. 

 

Dalam animasinya, hubungan Totto-chan dengan orang tua dan guru-gurunya dapat dieksplorasi lebih dalam. Keluarga dan guru sering kali berusaha melindungi anak-anak dari kenyataan pahit perang, tetapi kenyataan tersebut tetap merembes ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Adegan-adegan sederhana seperti makan bersama keluarga atau percakapan dengan guru bisa menunjukkan bagaimana mereka mencoba memberikan rasa normal di tengah kekacauan.

 

Animasi Bisa Menggambarkan Banyak Hal

 

Salah satu tema penting dalam “Totto-chan” adalah harapan dan resiliensi. Meskipun perang membawa banyak kesulitan, semangat anak-anak dan upaya mereka untuk tetap belajar dan bermain memberikan pesan optimisme. Animasi bisa menggambarkan bagaimana Totto-chan dan teman-temannya terus menemukan kebahagiaan dan keajaiban dalam hal-hal kecil, yang memberikan harapan bagi masa depan mereka. Jadi, penonton juga bisa melihat dan menikmati karakter para tokoh dengan lebih jelas tanpa perlu menerka-nerka lagi.

 

Animasi memungkinkan representasi visual yang kuat dari dampak perang tanpa harus terlalu realistis atau traumatis. Gaya animasi dapat disesuaikan untuk menampilkan kehancuran, kekacauan, dan ketidakpastian dengan cara yang tetap bisa dinikmati para penonton muda, tetapi juga memberikan pemahaman tentang seriusnya situasi tersebut. Bagi Anda yang tertarik dengan dunia animasi, Anda akan disuguhkan berbagai pembelajaran menarik dan mendalam, tidak hanya tentang gambar, tapi juga membuatnya terlihat nyata dengan adanya karakter di dalamnya.

 

Tertarik Dengan Dunia Animasi?

 

Itu sebabnya, dunia animasi menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Cerita yang semula hanya bisa dibayangkan, jadi bisa direalisasikan dalam wujud nyata. Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) juga memiliki program studi Digital Animation bagi kalian yang tertarik dengan dunia animasi dan perfilman. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi laman resmi kami di sini, dan Instagram kami di @multimedianusantarapolytechnic.

 

Penulis: Sella Arby, M.Hum. Dosen Program Studi Digital Animation MNP

Latest News
Promotion